Hijra

Cara Proteksi Keuangan untuk Keluarga, Nggak Cuma Soal Asuransi, lho!

proteksi-keuangan-keluarga

Apa yang muncul di kepala ketika mendengar kata proteksi keuangan keluarga? Jika jawaban kamu hanya “asuransi”, masih kurang!

Asuransi hanyalah satu bagian dari tindakan proteksi keuangan keluarga. Ketika “melindungi keuangan”, kamu sebenarnya melakukan berbagai tindakan untuk menghindari kerugian finansial yang memengaruhi kondisi keluarga.

Apa saja tindakan proteksi yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kondisi keuangan keluarga? Yuk, simak panduan berikut ini.

Proteksi Keuangan dalam Pengaturan Finansial 

Proteksi Keuangan dalam Pengaturan Finansial 

Sumber : Envato

Pengaturan finansial dalam hal ini nggak hanya menyangkut produk keuangan, tetapi juga kebiasaan baik dalam mengelola uang. Kamu bisa menerapkan berbagai strategi proteksi finansial, bahkan mengajak seluruh anggota keluarga (termasuk anak) untuk melakukannya.

Sebelum mengatur finansial, semua orang harus melakukan evaluasi kondisi keuangan. Dilansir dari SikapiUangmu OJK, evaluasi keuangan adalah analisis berdasarkan berbagai faktor seperti jumlah anggota keluarga, penghasilan, pengeluaran rutin, status pernikahan, usia, serta tujuan hidup jangka pendek dan panjang.

Setelah itu bagaimana? Terapkan langkah-langkah perlindungan finansial sebagai berikut.

Mengutamakan pembayaran rutin dan pelunasan kewajiban 

Ketika kamu menerima gaji, honor, atau pemasukan rutin apa pun, pastikan mengutamakan pembayaran dan kewajiban rutin, ya! Dengan mendahulukan pembayaran prioritas, kamu bakal lebih bebas dalam mengatur sisa uang. 

Contoh pembayaran rutin dan kewajiban adalah biaya listrik dan air, pajak, cicilan rumah atau kendaraan, gaji karyawan (untuk pemilik usaha), biaya kuliah atau sekolah, dan infakserta sedekah wajib.

Mengurangi utang dan kredit 

Mengurangi kebiasaan berutang atau kredit adalah bentuk proteksi keuangan untuk siapa saja, termasuk keluarga. Jika kamu punya kartu kredit, pastikan menggunakannya hanya untuk keperluan penting, misalnya membayar keperluan darurat saat tidak ada uang tunai.

Membiasakan menabung untuk seluruh keluarga 

Setiap anggota keluarga sebaiknya menabung sesuai potensi. Kamu juga bisa mengajarkan tradisi menabung ke anak-anak. Misalnya, belikan mereka celengan dan ajari untuk menyisihkan uang saku. Jika uangnya sudah banyak, daftarkan mereka sebagai nasabah bank yang memiliki akun untuk anak-anak atau siswa.

Memilih jenis asuransi yang tepat 

Mendaftar asuransi adalah proteksi finansial yang manfaatnya sudah jelas. Pastikan memilih asuransi yang manfaatnya cocok untuk kondisi keluargamu. Selain cakupan perlindungan asuransi, cek batas-batas asuransi, rumah sakit yang bekerja sama, perbandingan antara premi dan biaya yang ditanggung, dan sebagainya.

Ingat, murah atau mahalnya premi asuransi bukan jaminan kualitas! 

Investasi jangka pendek, menengah, dan panjang 

Investasi bukan sekadar memilih satu produk. Ada jenis yang cocok untuk jangka pendek, menengah, hingga panjang. Kamu bisa gunakan investasi jangka pendek dan menengah untuk keperluan yang sudah hampir di depan mata. 

Contohnya, investasi jangka pendek bisa untuk membeli kendaraan bermotor atau pergi berlibur. Investasi jangka menengah cocok untuk persiapan membeli atau renovasi rumah. Investasi jangka panjang bisa untuk rencana masa depan, misalnya menguliahkan anak ke luar negeri, pensiun, atau berhaji.

Proteksi Keuangan lewat Kebiasaan Sehari-hari 

Sumber : Envato

Selain dari segi kebiasaan finansial, proteksi keuangan bisa kamu lakukan lewat kebiasaan sehari-hari. Inilah beberapa contoh sederhana untuk kamu coba di rumah.

Membuat bekal sendiri untuk kerja dan sekolah 

Daripada beli makanan di luar terus, mulailah membuat bekal untuk kerja dan sekolah biar lebih hemat. Kamu bisa beli bahan-bahan sederhana dalam jumlah besar, lalu menyiapkannya agar siap dimasak sebelum berangkat. Selain hemat dan bisa disesuaikan dengan selera, bawa bekal sendiri lebih sehat, lho!

Menerapkan prinsip hemat dalam penggunaan barang 

Beli ponsel baru lalu hanya dipakai sebentar sebelum beli yang baru lagi? Jangan jadi kebiasaan. Ayo, mulai menerapkan prinsip hemat ketika menggunakan barang, dari pakaian, sepatu, hingga barang elektronik. Ajari anak untuk rajin merawat barang-barangnya agar awet. Selain hemat, hal ini bisa membentuk rasa tanggung jawab.

Menerapkan inventori produk rumah tangga yang rapi 

Pernah nggak kamu membeli terlalu banyak barang, tetapi ketika sampai di rumah, barang yang kamu beli ternyata sudah ada? Kurangi kebiasaan tersebut dengan membuat inventori barang rumah tangga. 

Mulailah rajin-rajin mengecek persediaan sabun mandi, sabun cuci, minyak goreng, pasta gigi, dan barang kebutuhan pokok lainnya yang sering digunakan. Perkirakan kapan barang-barang tersebut habis, lalu beli sesuai kebutuhan setiap belanja. Jangan lupa bikin daftar belanja agar kamu tidak kebanyakan membeli, ya.

Belajar membuat skala prioritas pembelian 

Membuat skala prioritas adalah salah satu tips paling bagus untuk kamu terapkan di mana saja, dari bekerja, mengelola rumah tangga, hingga melakukan proteksi finansial. Setiap kali hendak membeli barang atau belanja rutin, coba berdiskusi dengan anggota keluarga. 

Apakah ada barang penting yang dibutuhkan atau sudah rusak? Apakah ada sesuatu yang perlu diperbaiki? Jika kamu dan keluarga ingin liburan atau bersenang-senang, apakah semua keperluan wajib sudah dipenuhi? Belajar mengajukan pertanyaan penting seperti ini bisa sangat menolong dalam mengatur keuangan.

Menerapkan pola hidup sehat 

Hidup sehat termasuk upaya menjaga keuangan keluarga untuk jangka panjang. Ingat, sakit bisa mahal, terutama kalau penyakitnya cukup berat. Ada banyak penyakit yang bersumber dari gaya hidup tidak sehat, jadi mengajak seluruh keluarga hidup sehat adalah investasi.

Caranya? Coba mulai dari hal-hal sederhana dulu. Misalnya, biasakan membawa bekal sendiri ke kantor atau sekolah. Ajak keluarga untuk mulai olahraga secara rutin sesuai kemampuan (jalan kaki atau bersepeda bisa jadi alternatif mudah). Kurangi beli minuman kemasan manis dan ganti dengan air putih.

Selain proteksi keuangan, salah satu hal yang paling penting adalah menjaga keberkahan harta kita dengan menjaga kehalalan harta serta transaksi yang kita lakukan. Untuk memastikan bahwa kamu keuanganmu tidak hanya terencana dan terproteksi dengan baik namun juga terhindar dari transaksi yang tidak halal, kamu bisa mulai gunakan aplikasi Hijra Bank.  

Hijra Bank mengajak penggunanya tidak hanya untuk menikmati layanan perbankan sesuai syariah, namun juga memulai perjalanan untuk #LifeUpgrade melalui layanan-layanan dan fitur-fitur yang bisa bantu kamu dalam langkah-langkah kebaikan. 

Salah satunya adalah fitur Hijra Box yang bisa mudahkan langkah-langkah kebaikanmu. Dengan Hijra Box, kamu bisa alokasikan pos-pos khusus untuk bantu gapai cita-cita finansialmu seperti mengumpulkan biaya umroh, biaya pendidikan, atau rencana renovasi rumah.

Yuk, mulai langkah #LifeUpgrade-mu dengan jadi pengguna Hijra. Nikmati layanan perbankan sesuai syariah serta fitur-fitur Islami seperti jadwal salat, penunjuk arah kiblat, serta kajian Islami untuk temani hijrahmu menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak. 

Download Hijra Bank dengan klik tombol di bawah ini!

Exit mobile version