Hijra

Cek Kesehatan Keuanganmu, Agar Lebih Paham Kondisi Keuangan

Saldo rekening masih ada, tetapi kenapa rasanya selalu khawatir uang tidak cukup? Bisa jadi karena kamu belum melihat seluruh gambaran keuangan: berapa yang masuk, apa saja kewajibannya, dan berapa yang benar-benar bisa digunakan.

Untuk cek kesehatan keuangan, mulai dari lima hal: sisa uang bulanan, rasio cicilan, ketahanan dana darurat, kewajiban rutin, dan tujuan keuangan. Pemeriksaan sederhana ini membantu kamu memahami posisi saat ini sebelum mengambil keputusan berikutnya.

Mengapa penting mengetahui kondisi keuangan?

Mengetahui kondisi keuangan membantu kamu membedakan saldo yang terlihat dengan uang yang masih tersedia setelah kebutuhan dan kewajiban dipenuhi. Dari sini, kamu bisa menentukan apakah ada ruang untuk menabung, pengeluaran yang perlu dikurangi, atau cadangan yang perlu dibangun.

Tanpa catatan yang jelas, keputusan mudah dibuat berdasarkan perkiraan. Misalnya, merasa mampu menambah cicilan karena gaji naik, padahal biaya hidup dan tanggungan ikut bertambah.

Check up keuangan bukan untuk membandingkan pencapaianmu dengan orang lain. Tujuannya adalah mengenali kondisi sendiri dan memilih langkah yang realistis.

Cara cek kesehatan keuangan dengan 5 hal ini:

1. Berapa uang yang masih tersisa?

Kurangi penghasilan bersih dengan kebutuhan pokok dan cicilan wajib. Sisanya masih perlu dibagi untuk kewajiban lain, dana darurat, dan tabungan—jadi belum semuanya boleh dibelanjakan.

2. Apakah cicilan terasa berat?

Hitung: total cicilan bulanan ÷ penghasilan bersih × 100%. Patokan edukasi OJK adalah maksimal 30%. Namun, tetap pastikan uang untuk kebutuhan sehari-hari cukup sebelum menambah cicilan.

3. Dana darurat cukup untuk berapa bulan?

Bagi saldo dana darurat dengan biaya hidup wajib per bulan. Contohnya, Rp12 juta ÷ Rp4 juta = cukup untuk 3 bulan. Mulai dengan target 3 bulan tanpa tanggungan atau 6 bulan dengan tanggungan; tambah sesuai kebutuhan dan kestabilan penghasilan.

4. Apakah semua kewajiban sudah dicatat?

Masukkan tagihan, nafkah, cicilan, perlindungan dasar, dan zakat jika sudah wajib ke dalam anggaran. Catat nominal dan tanggal pembayarannya. Pastikan pengeluaran yang sama tidak dihitung dua kali.

5. Sudah jelas tujuan menabungmu?

Jawab tiga hal: untuk apa, butuh berapa, dan kapan akan digunakan? Misalnya, target Rp6 juta dalam 12 bulan berarti menyisihkan Rp500.000 per bulan, tanpa menghitung imbal hasil. Sesuaikan target dengan kemampuanmu.

Apa yang dilakukan setelah tahu hasilnya?

Pilih perbaikan berdasarkan bagian yang paling membutuhkan perhatian. Jika arus kas minus, rapikan pengeluaran terlebih dahulu. Jika cadangan belum cukup, mulai sisihkan secara konsisten. Jika anggaran sudah berjalan, evaluasi apakah target masih sesuai kebutuhan.

Ulangi pemeriksaan setiap bulan dan ketika ada perubahan besar, seperti penghasilan, pekerjaan, atau tanggungan. Gunakan catatan terbaru agar keputusan tidak bergantung pada perkiraan lama.

Cek kondisi keuanganmu di SAFINA, GRATIS!

Untuk membantu melihat gambaran keuangan dalam satu tempat, mulai dari mencatat akun, dompet, dan alokasi pengeluaranmu di SAFINA. Kamu dapat melakukan langkah berikut:

Perbarui dan periksa catatan agar sesuai kondisi sebenarnya. Ringkasan SAFINA membantu evaluasi; keputusan tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan prioritasmu.

Mulai dari mengetahui posisi hari ini, lalu tentukan satu langkah perbaikan yang bisa kamu jalankan. Cek kondisi keuanganmu di SAFINA, GRATIS!

Exit mobile version